Pohon Pemanggil
Dulu rumah ini sangat ramai, dan menyenangkan. Kini hanya ada aku, sendirian cemas berputar-putar kebingungan. Hari ini aku akan menebang pohon itu, aku harus melakukannya atau semuanya terlambat. “Jangaann...” suara itu terdengar nyata dari balik pohon pekarangan rumah. Kau mungkin bisa membayangkan rumah dengan seluas 〖1ha〗^2 ditempati oleh diriku seorang saja. Setiap saat aku takut bayang-bayang itu datang. Ketakutanku terjadi, tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang berbeda dari sebelum-sebelumnya di ruang tamu saat aku membuka gorden kamar atasku. Ia melambai-lambai berjalan keluar rumah menembus pintu. Saat itu aku siap untuk menebang pohon di pekarangan. Aku berjalan ke lantai bawah mencoba mengikuti bayangan tersebut, “ini sudah terlalu malam, apa aku tidak mengganggu tetangga jika menebang pohon ini sekarang” batinku dalam hati. “Sekarang atau semuanya tak pernah berakhir” aku harus menebangnya. **** Rumahku terlihat sangat angker. Pekarangan yang lebar nya seperti ...